7 Minuman Herbal Tradisional yang Cocok untuk Teman Aktivitas Sehari-hari
Herbalitusehat.com - Minuman herbal tradisional sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia sejak lama. Beragam bahan alami seperti jahe, kunyit, kencur, serai, temulawak, hingga kayu secang sering diolah menjadi minuman dengan aroma dan cita rasa khas. Selain mudah ditemukan, bahan-bahan tersebut juga bisa diolah sendiri di rumah.
Ada banyak pilihan minuman herbal tradisional yang
cocok menemani aktivitas sehari-hari. Kamu bisa menikmatinya saat pagi sebelum
memulai kegiatan, ketika bersantai pada sore hari, atau saat ingin menikmati
minuman hangat di malam hari. Setiap racikan memiliki karakter rasa yang
berbeda, mulai dari pedas hangat, manis, asam segar, hingga aroma rempah yang
menenangkan.
Namun, minuman herbal sebaiknya dipahami sebagai bagian dari
kebiasaan konsumsi yang beragam, bukan sebagai pengganti obat atau terapi
medis. Berikut tujuh pilihan minuman herbal tradisional yang bisa kamu coba.
![]() |
| 7 Minuman Herbal Tradisional yang Cocok untuk Teman Aktivitas Sehari-hari |
Mengenal Minuman Herbal Tradisional Indonesia
Minuman herbal tradisional adalah minuman yang dibuat
menggunakan bahan alami seperti rimpang, batang, daun, bunga, kulit kayu, atau
buah tanaman tertentu. Di Indonesia, sebagian racikan tersebut dikenal sebagai
jamu atau wedang.
Beberapa contohnya adalah beras kencur, kunyit asam, wedang
jahe, dan wedang serai. Bahan-bahan seperti jahe, kunyit, kencur, serai,
temulawak, kayu manis, serta kayu secang juga tercantum dalam kategori bahan
jamu sederhana BPOM.
Tradisi membuat minuman herbal biasanya diwariskan melalui
keluarga dan kebiasaan masyarakat setempat. Resepnya bisa berbeda antara satu
daerah dengan daerah lainnya, termasuk takaran bahan dan penggunaan pemanis.
Karena itu, kamu bisa menyesuaikan racikan rumahan berdasarkan selera, selama
tetap memperhatikan kebersihan dan jumlah bahan yang digunakan.
1. Wedang Jahe untuk Menemani Aktivitas Pagi
Wedang jahe merupakan salah satu minuman herbal
tradisional yang paling mudah dibuat. Minuman ini memiliki rasa pedas
hangat dan aroma khas dari rimpang jahe. Tidak heran jika wedang jahe sering
dinikmati ketika pagi hari atau saat cuaca sedang dingin.
Jahe telah lama digunakan dalam berbagai olahan tradisional,
baik sebagai bahan masakan maupun minuman. Rasanya yang khas membuat jahe cocok
dipadukan dengan madu, gula merah, serai, atau kayu manis.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2
ruas jahe segar
- 400–500
ml air
- 1
batang serai, jika suka
- Gula
merah atau madu secukupnya
Cara Membuat Wedang Jahe
- Cuci
jahe hingga bersih.
- Kupas
kulitnya jika diperlukan, lalu memarkan jahe.
- Rebus
air sampai mendidih.
- Masukkan
jahe dan serai.
- Rebus
dengan api kecil selama beberapa menit.
- Matikan
api, kemudian saring ke dalam gelas.
- Tambahkan
sedikit gula merah atau madu sesuai selera.
Wedang jahe cocok dinikmati sebelum memulai aktivitas atau
ketika kamu membutuhkan minuman hangat. Jika ingin mengurangi asupan gula, kamu
bisa menikmatinya tanpa tambahan pemanis.
2. Kunyit Asam untuk Teman Bersantai
Kunyit asam merupakan minuman tradisional yang memadukan
kunyit dan asam jawa. Perpaduan kedua bahan ini menghasilkan rasa asam, sedikit
manis, dan aroma rempah yang khas.
Kunyit mengandung senyawa kurkuminoid, termasuk kurkumin,
yang banyak diteliti dalam berbagai penelitian laboratorium dan kesehatan.
Namun, hasil penelitian terhadap kurkumin atau ekstrak kunyit tidak otomatis
membuktikan bahwa minuman kunyit asam dapat memberikan efek pengobatan yang
sama.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2 ruas
kunyit segar
- 1–2
sendok makan asam jawa
- 500 ml
air
- Gula
merah secukupnya
- Sejumput
garam, opsional
Cara Membuat Kunyit Asam
- Cuci
kunyit hingga bersih.
- Kupas
kulitnya, lalu iris atau parut.
- Rebus
air bersama kunyit dan asam jawa.
- Tambahkan
gula merah secukupnya.
- Aduk
hingga bahan tercampur.
- Rebus
beberapa menit dengan api kecil.
- Saring
dan biarkan suhunya turun sebelum diminum.
Kamu bisa menikmati kunyit asam dalam keadaan hangat maupun
dingin. Rasanya yang asam-manis cocok menjadi teman bersantai setelah
menyelesaikan pekerjaan rumah atau aktivitas lainnya.
3. Beras Kencur untuk Menambah Variasi Minuman Harian
Beras kencur termasuk jamu tradisional yang cukup populer di
Indonesia. Minuman ini dibuat dari perpaduan beras dan kencur, biasanya
dilengkapi jahe, asam jawa, gula merah, atau bahan tambahan lainnya.
Ciri khas beras kencur adalah rasanya yang relatif manis,
aroma rimpang yang kuat, dan teksturnya sedikit lebih kental dibandingkan
wedang biasa.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2
sendok makan beras putih
- 3–4
ruas kencur
- 1 ruas
jahe
- 500 ml
air
- Gula
merah secukupnya
- Sedikit
asam jawa, opsional
Cara Membuat Beras Kencur
- Cuci
beras, kemudian rendam selama beberapa jam.
- Cuci
kencur dan jahe hingga bersih.
- Rebus
air bersama kencur, jahe, gula merah, dan asam jawa.
- Setelah
mendidih, matikan api dan biarkan agak dingin.
- Haluskan
beras yang sudah direndam bersama sebagian air rebusan.
- Campurkan
dengan sisa air rebusan.
- Saring
hingga mendapatkan tekstur minuman yang lebih halus.
- Sajikan
sesuai selera.
Beras kencur cocok untuk kamu yang menyukai minuman herbal
dengan rasa manis dan aroma rempah. Karena resep tradisionalnya sering
menggunakan gula, perhatikan jumlah pemanis agar tidak berlebihan.
4. Wedang Temulawak untuk Menemani Waktu Istirahat
Temulawak merupakan tanaman rimpang yang sudah lama dikenal
dalam tradisi jamu Indonesia. Bagian rimpangnya sering diolah menjadi minuman
dengan aroma khas dan rasa sedikit pahit.
Temulawak mengandung senyawa tanaman, termasuk kurkuminoid
dan komponen minyak atsiri. Sejumlah kandungannya menjadi objek penelitian,
tetapi manfaat klinis dari minuman rumahan tidak boleh disamakan dengan hasil
penelitian terhadap ekstrak tertentu.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2
ruas temulawak segar
- 1
ruas jahe
- 500
ml air
- 1
lembar daun pandan
- Gula
merah secukupnya
Cara Membuat Wedang Temulawak
- Cuci
temulawak dan jahe hingga bersih.
- Iris
tipis kedua rimpang tersebut.
- Rebus
air bersama temulawak, jahe, dan daun pandan.
- Tambahkan
gula merah secukupnya.
- Rebus
dengan api kecil selama beberapa menit.
- Saring
setelah aroma rempah keluar.
- Sajikan
selagi hangat.
Wedang temulawak bisa menjadi pilihan minuman sore ketika
kamu ingin menikmati rasa rempah yang berbeda. Jika belum terbiasa dengan rasa
temulawak, tambahkan jahe atau pandan untuk membuat aromanya lebih seimbang.
5. Wedang Serai untuk Menemani Aktivitas di Rumah
Serai atau sereh tidak hanya digunakan sebagai bumbu
masakan. Batangnya juga bisa diolah menjadi minuman herbal dengan aroma citrus
yang khas.
Wedang serai memiliki rasa ringan dan mudah dipadukan
dengan bahan lain. Kamu bisa mencampurkannya dengan jahe, jeruk nipis, atau
sedikit madu untuk menghasilkan variasi rasa.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2–3
batang serai
- 500
ml air
- 1
ruas jahe, opsional
- Madu
secukupnya
- Jeruk
nipis secukupnya
Cara Membuat Wedang Serai
- Cuci
batang serai hingga bersih.
- Buang
bagian luar yang kering jika diperlukan.
- Memarkan
batang serai agar aromanya keluar.
- Rebus
air bersama serai dan jahe.
- Kecilkan
api dan tunggu beberapa menit.
- Matikan
api, kemudian saring.
- Tambahkan
madu atau sedikit jeruk nipis setelah minuman tidak terlalu panas.
Wedang serai cocok diminum ketika bekerja di rumah, membaca
buku, atau bersantai pada sore hari. Kamu juga bisa menyajikannya dalam keadaan
dingin dengan tambahan es batu.
6. Wedang Uwuh untuk Menikmati Perpaduan Rempah
Wedang uwuh dikenal sebagai minuman tradisional dari
Yogyakarta. Nama uwuh berasal dari bahasa Jawa yang berarti sampah atau
dedaunan kering, merujuk pada tampilan racikan rempah yang terlihat seperti
kumpulan dedaunan di dalam gelas.
Minuman ini biasanya menggunakan campuran jahe, kayu secang,
daun cengkeh, kayu manis, dan bahan rempah lainnya. Komposisinya dapat berbeda
sesuai resep.
Salah satu ciri khas wedang uwuh adalah warna kemerahan yang
berasal dari kayu secang. Aromanya juga cukup kompleks karena menggabungkan
beberapa jenis rempah.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2
ruas jahe
- 2–3
potong kayu secang
- 1
batang kayu manis
- 2
butir cengkeh
- 1
lembar daun pandan
- 500–600
ml air
- Gula
batu atau gula merah secukupnya
Cara Membuat Wedang Uwuh
- Cuci
jahe dan pandan hingga bersih.
- Memarkan
jahe.
- Masukkan
jahe, kayu secang, kayu manis, cengkeh, dan pandan ke dalam panci.
- Tambahkan
air.
- Rebus
hingga air berubah warna kemerahan dan aroma rempah keluar.
- Tambahkan
gula sesuai selera.
- Saring
jika ingin minuman yang lebih bersih.
- Sajikan
selagi hangat.
Wedang uwuh cocok untuk kamu yang menyukai minuman dengan
aroma rempah kuat. Racikan ini juga menarik disajikan saat berkumpul bersama
keluarga atau menikmati waktu santai di rumah.
7. Wedang Kayu Secang untuk Pilihan Minuman yang Berbeda
Kayu secang merupakan bahan alami yang sering digunakan
dalam minuman tradisional. Bagian kayunya dapat menghasilkan warna merah ketika
direbus bersama air.
Racikan secang biasanya dikombinasikan dengan jahe, kayu
manis, cengkeh, atau bahan aromatik lainnya. Selain menghasilkan warna yang
menarik, campuran tersebut memberikan karakter rasa yang khas.
Bahan yang Dibutuhkan
- 3–5
potong kecil kayu secang
- 1
ruas jahe
- 1
batang kayu manis
- 2
butir cengkeh
- 500
ml air
- Madu
atau gula merah secukupnya
Cara Membuat Wedang Secang
- Bersihkan
kayu secang dan jahe.
- Memarkan
jahe.
- Masukkan
semua bahan ke dalam panci.
- Tuangkan
air, kemudian rebus hingga berubah warna.
- Kecilkan
api dan tunggu beberapa menit.
- Saring
ke dalam gelas.
- Tambahkan
pemanis secukupnya jika diperlukan.
Wedang secang bisa dinikmati saat pagi atau sore hari. Jika
ingin rasa yang lebih segar, kamu dapat menambahkan sedikit jeruk nipis setelah
minuman cukup hangat.
Tips Memilih Minuman Herbal Sesuai Aktivitas
Setelah mengenal tujuh pilihan di atas, kamu mungkin
bertanya-tanya, minuman mana yang paling cocok untuk menemani kegiatan
sehari-hari?
Sebenarnya, tidak ada satu jenis minuman herbal yang wajib
diminum pada waktu tertentu. Kamu bisa memilih berdasarkan rasa, bahan yang
tersedia, dan kenyamanan saat mengonsumsinya.
Berikut beberapa inspirasi sederhana:
- Sebelum
aktivitas pagi: pilih wedang jahe jika kamu menyukai minuman hangat
dengan rasa rempah yang kuat.
- Saat
bersantai: kunyit asam atau beras kencur bisa menjadi pilihan jika
kamu menyukai rasa asam-manis atau manis.
- Ketika
bekerja di rumah: wedang serai cocok untuk kamu yang menyukai aroma
ringan.
- Saat
cuaca dingin: wedang uwuh atau wedang temulawak dapat menjadi pilihan
minuman hangat.
- Ketika
ingin mencoba rasa berbeda: wedang secang menawarkan warna dan aroma
rempah yang khas.
Kamu juga tidak perlu memaksakan diri mengonsumsi semua
jenis minuman herbal setiap hari. Variasikan minuman sesuai kebutuhan dan tetap
utamakan air putih sebagai sumber utama cairan tubuh.
Tips Membuat Minuman Herbal yang Lebih Praktis
Membuat minuman herbal sendiri tidak harus merepotkan.
Dengan persiapan sederhana, kamu bisa menghemat waktu sekaligus menjaga
kualitas bahan yang digunakan.
1. Siapkan Bahan dalam Kondisi Segar
Pilih jahe, kunyit, kencur, temulawak, dan serai yang masih
segar. Hindari bahan yang berjamur, berlendir, atau berbau tidak wajar.
2. Cuci Bahan Sebelum Diolah
Bersihkan semua bahan menggunakan air mengalir. Jika
terdapat tanah yang menempel pada rimpang, sikat perlahan sampai bersih.
3. Gunakan Takaran Secukupnya
Tidak perlu menggunakan terlalu banyak bahan agar rasa
minuman tetap nyaman. Seduhan yang sangat pekat belum tentu lebih baik.
4. Batasi Penggunaan Gula
Sebagian resep jamu tradisional menggunakan gula merah atau
gula pasir. Kamu bisa mengurangi takarannya atau tidak menambahkan pemanis sama
sekali.
5. Buat dalam Jumlah yang Wajar
Sebaiknya buat minuman sesuai kebutuhan agar lebih mudah
menjaga kesegaran dan kebersihannya. Jika ingin menyimpan sisa minuman, gunakan
wadah bersih tertutup dan simpan dalam lemari pendingin.
6. Coba Satu Racikan dalam Satu Waktu
Jika baru mencoba bahan herbal tertentu, mulailah dengan
racikan sederhana. Dengan begitu, kamu lebih mudah mengetahui bahan mana yang
cocok atau justru menimbulkan ketidaknyamanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Minuman Herbal
Meskipun dibuat dari bahan alami, minuman herbal
tradisional tidak selalu cocok untuk semua orang. Bahan tanaman tetap
memiliki senyawa aktif yang dapat menimbulkan efek tertentu, terutama jika
dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam bentuk ekstrak pekat.
Perhatikan beberapa hal berikut:
- Jangan
mengonsumsi minuman herbal secara berlebihan.
- Perhatikan
jumlah gula, terutama jika kamu sedang membatasi asupan gula.
- Jangan
menganggap minuman herbal sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit.
- Jika
sedang mengonsumsi obat rutin, tanyakan kepada dokter atau apoteker
sebelum menggunakan produk herbal secara rutin atau dalam konsentrasi
tinggi.
- Ibu
hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan orang dengan kondisi kesehatan
tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mencoba ramuan
herbal sebagai kebiasaan.
- Jika
muncul reaksi yang tidak biasa setelah mengonsumsi minuman tertentu,
hentikan konsumsi dan cari bantuan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Untuk produk jamu atau obat bahan alam yang dijual dalam
kemasan, periksa izin edar BPOM, aturan pakai, tanggal kedaluwarsa, serta
peringatan pada label. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa penggunaan
obat tradisional harus memperhatikan petunjuk dan kondisi penggunanya.
FAQ Seputar Minuman Herbal Tradisional
Apa saja minuman herbal tradisional yang populer di
Indonesia?
Beberapa minuman yang populer antara lain wedang jahe,
kunyit asam, beras kencur, temulawak, wedang serai, wedang uwuh, dan wedang
secang.
Apakah minuman herbal boleh diminum setiap hari?
Seduhan rumahan dengan bahan yang digunakan secara wajar
dapat menjadi bagian dari variasi minuman. Namun, keamanan konsumsi bergantung
pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, dan obat yang sedang digunakan. Tidak
ada kewajiban untuk meminum jamu setiap hari.
Kapan waktu terbaik untuk minum herbal?
Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua jenis minuman
herbal. Kamu bisa menikmatinya pada pagi, siang, atau sore hari sesuai
kenyamanan. Perhatikan pula toleransi tubuh terhadap bahan tertentu.
Apakah minuman herbal harus selalu diminum dalam keadaan
hangat?
Tidak. Sebagian minuman herbal bisa dinikmati dingin setelah
direbus dan didinginkan dengan cara yang higienis. Kunyit asam dan wedang
serai, misalnya, juga bisa disajikan dengan es.
Apakah minuman herbal bisa menggantikan air putih?
Tidak. Minuman herbal bukan pengganti kebutuhan air putih.
Tetap cukupi kebutuhan cairan harian dengan air putih dan sesuaikan dengan
aktivitas serta kondisi tubuh.
Apakah semua minuman herbal aman untuk ibu hamil?
Belum tentu. Keamanan setiap bahan berbeda dan data untuk
beberapa tanaman masih terbatas. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan
dokter atau bidan sebelum rutin mengonsumsi ramuan herbal, terutama yang pekat
atau menggunakan banyak bahan.
Penutup
Ada banyak minuman herbal tradisional yang bisa
menjadi teman aktivitas sehari-hari. Mulai dari wedang jahe yang hangat, kunyit
asam dengan rasa segar, beras kencur yang manis, hingga wedang uwuh dan secang
dengan aroma rempah yang khas.
Kamu bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan yang mudah
ditemukan di pasar atau toko bahan makanan. Tidak perlu langsung mencoba
semuanya. Mulailah dari satu resep yang paling sesuai dengan selera, kemudian
variasikan bahan secara bertahap.
Ingat, minuman herbal bukan jalan pintas untuk menjaga
kesehatan atau menyembuhkan penyakit. Jadikan sebagai bagian dari pola hidup
seimbang yang juga mencakup konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik,
istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Jadi, dari tujuh pilihan tadi, mana yang paling ingin kamu
coba terlebih dahulu? Wedang jahe, kunyit asam, beras kencur, atau racikan
rempah seperti wedang uwuh?
