Manfaat Kencur untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya Menjadi Minuman Herbal
Herbalitusehat.com - Kencur merupakan salah satu tanaman herbal yang sudah lama dikenal dalam tradisi masyarakat Indonesia. Rimpangnya memiliki aroma khas, rasa yang cukup kuat, serta sering digunakan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman tradisional. Tidak hanya populer sebagai bahan beras kencur, tanaman dengan nama ilmiah Kaempferia galanga L. ini juga memiliki beragam senyawa alami yang menarik untuk dipelajari.
Manfaat kencur untuk kesehatan banyak dikaitkan
dengan penggunaannya secara tradisional, terutama untuk membantu meredakan
batuk berdahak. BPOM mencantumkan kencur (Kaempferia galanga rhizoma)
dengan klaim obat bahan alam “membantu meredakan batuk berdahak”. Namun, klaim
tersebut tetap perlu dipahami sebagai klaim penggunaan obat bahan alam dan
bukan berarti kencur dapat menggantikan pengobatan medis.
![]() |
| Manfaat Kencur untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya Menjadi Minuman Herbal |
Mengenal Kencur dan Kandungan Alaminya
Kencur termasuk keluarga Zingiberaceae, yaitu kelompok
tanaman yang juga mencakup jahe, kunyit, dan temulawak. Bagian yang paling
banyak digunakan adalah rimpangnya yang memiliki aroma kuat dan rasa khas.
Secara ilmiah, kencur dikenal sebagai Kaempferia galanga
L.. Tanaman ini tersebar di sejumlah wilayah Asia, termasuk Indonesia,
Malaysia, Thailand, Myanmar, dan beberapa wilayah lainnya. Rimpang kencur telah
digunakan secara tradisional sebagai rempah sekaligus tanaman herbal.
Penelitian fitokimia menemukan berbagai senyawa dalam
rimpang kencur, antara lain kelompok terpenoid, fenolik, flavonoid, serta
minyak atsiri. Salah satu senyawa yang banyak dibahas dalam penelitian adalah
ethyl p-methoxycinnamate atau EPMC.
Karena kandungan tersebut, kencur menarik untuk dikaji dari
sisi pangan, rempah, maupun penggunaan tradisional.
Manfaat Kencur untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui
Membantu Meredakan Batuk Berdahak
Salah satu penggunaan kencur yang paling dikenal masyarakat
adalah sebagai bahan minuman tradisional ketika mengalami batuk. BPOM secara
khusus mencantumkan klaim kencur sebagai bahan obat bahan alam yang dapat membantu
meredakan batuk berdahak.
Dalam praktik tradisional, kencur dapat diolah dengan cara
direbus, diseduh, diparut, atau dipadukan dengan bahan herbal lainnya. Meski
begitu, jangan menganggap kencur sebagai pengganti obat batuk atau terapi
dokter apabila gejala berlangsung lama atau semakin berat.
Mengandung Senyawa Bioaktif
Rimpang kencur mengandung berbagai senyawa bioaktif.
Literatur ilmiah mencatat adanya flavonoid, fenolik, terpenoid, minyak atsiri,
dan beberapa kelompok senyawa lainnya.
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan adanya
aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi dari ekstrak atau senyawa tertentu
dalam kencur. Namun, hasil penelitian laboratorium tidak otomatis berarti
manfaat yang sama akan terjadi pada manusia setelah mengonsumsi minuman kencur.
Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan efektivitas dan dosis
penggunaannya.
Menjadi Bagian dari Tradisi Jamu Indonesia
Kencur memiliki posisi penting dalam tradisi minuman herbal
Indonesia. Salah satu contoh paling terkenal adalah beras kencur, yaitu minuman
tradisional yang menggunakan kombinasi beras dan rimpang kencur.
BPOM juga memasukkan beras kencur sebagai salah satu bentuk
jamu sederhana yang menggunakan kombinasi beras dan Kaempferia galanga
rhizoma.
Memberikan Aroma dan Rasa Khas pada Minuman Herbal
Selain potensi penggunaannya secara tradisional, kencur
mempunyai aroma yang kuat sehingga sedikit saja sudah dapat memberikan karakter
pada minuman.
Inilah alasan kencur sering dipadukan dengan jahe, gula
aren, madu, jeruk nipis, atau bahan tradisional lainnya. Hasilnya bisa menjadi
minuman hangat yang cocok dinikmati ketika cuaca dingin atau saat tubuh
membutuhkan minuman yang lebih beraroma.
Mendukung Pemanfaatan Bahan Herbal Alami
Menggunakan kencur sebagai bagian dari pola makan atau
minuman tradisional dapat menjadi salah satu cara mengenal kembali bahan pangan
lokal. Kencur juga relatif mudah ditemukan dan dapat digunakan sebagai bumbu
maupun bahan minuman.
Namun, prinsip pentingnya adalah tidak berlebihan. Herbal
tetap perlu digunakan secara bijak karena “alami” tidak selalu berarti cocok
untuk semua orang.
Cara Mengolah Kencur Menjadi Minuman Herbal
Salah satu cara paling sederhana untuk menikmati kencur
adalah membuat seduhan atau rebusan.
Bahan yang Dibutuhkan
- 2–3
ruas kencur segar
- 300–400
ml air
- 1–2
sendok teh madu atau gula aren
- 1 ruas
kecil jahe, jika suka
- Sedikit
perasan jeruk nipis, opsional
Langkah Membuat Minuman Kencur
- Cuci
kencur sampai bersih untuk menghilangkan tanah dan kotoran.
- Kupas
tipis bagian kulitnya.
- Memarkan
atau iris kencur menjadi beberapa bagian.
- Rebus
air hingga mendidih.
- Masukkan
kencur dan jahe apabila digunakan.
- Rebus
dengan api kecil selama beberapa menit.
- Matikan
api dan saring air rebusan.
- Tambahkan
madu atau gula aren setelah suhunya lebih hangat.
- Tambahkan
sedikit jeruk nipis sesuai selera.
- Minuman
kencur siap diminum.
Cara pengolahan seperti direbus, diseduh, diparut, maupun
diperas memang termasuk metode pemanfaatan kencur secara tradisional yang
ditemukan dalam praktik masyarakat, termasuk di wilayah Jawa Timur.
Cara Membuat Beras Kencur Sederhana
Kalau ingin rasa yang lebih khas, kamu juga bisa membuat
versi sederhana beras kencur di rumah.
Bahan yang dapat digunakan antara lain beras yang sudah
direndam, kencur segar, gula aren, sedikit asam jawa, dan air matang.
Beras dicuci kemudian direndam sampai lebih lunak. Setelah
itu, kencur dibersihkan dan dapat dihaluskan bersama beras. Campuran tersebut
kemudian dicampur dengan air dan gula aren sebelum disaring.
Takaran bahan bisa disesuaikan dengan selera. Jika baru
pertama kali membuatnya, gunakan kencur dalam jumlah secukupnya karena aromanya
cukup kuat.
Kencur dan Jahe, Bolehkah Dikombinasikan?
Kencur dan jahe sering digunakan secara bersamaan dalam
minuman herbal. Kombinasi ini juga dikenal dalam kategori jamu sederhana BPOM
sebagai jahe kencur.
Dari sisi rasa, jahe memberikan sensasi hangat dan pedas,
sedangkan kencur mempunyai aroma yang lebih tajam dan khas.
Untuk membuat minuman sederhana, kamu dapat menggunakan satu
ruas jahe dan satu hingga dua ruas kencur, kemudian merebusnya bersama air.
Tidak perlu menambahkan terlalu banyak bahan sekaligus.
Dengan komposisi sederhana, karakter rasa masing-masing rempah justru lebih
mudah terasa.
Kencur Segar atau Kencur Bubuk, Mana yang Lebih Baik?
Kencur segar biasanya lebih mudah memberikan aroma khas
karena minyak atsiri dan karakter aromatiknya masih terasa kuat. Sementara itu,
kencur bubuk lebih praktis disimpan dan digunakan.
Jika memilih produk bubuk, perhatikan komposisi, kondisi
kemasan, label, izin edar bila merupakan produk obat bahan alam/suplemen, serta
tanggal kedaluwarsa.
Untuk produk obat bahan alam, prinsip pemeriksaan seperti Cek
KLIK—Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa—dapat digunakan sebagai
langkah sederhana sebelum membeli.
Bolehkah Minum Kencur Setiap Hari?
Tidak ada alasan untuk menganggap semakin banyak kencur yang
diminum maka semakin besar manfaatnya.
Penelitian mengenai Kaempferia galanga masih terus
berkembang, dan kajian ilmiah juga menekankan bahwa data mengenai efektivitas
serta keamanan penggunaan kencur secara sistematis masih belum sepenuhnya
lengkap.
Jika dikonsumsi sebagai minuman rumahan dalam jumlah wajar,
sebaiknya tetap menjadikan variasi makanan dan minuman sebagai bagian utama
dari pola hidup sehat.
Untuk penggunaan ekstrak pekat, produk herbal dengan dosis
tinggi, atau konsumsi rutin dalam kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan
terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Kencur telah lama digunakan sebagai rempah dan bahan herbal,
tetapi informasi mengenai keamanan penggunaan jangka panjang dalam berbagai
bentuk dan dosis masih terbatas. Literatur ilmiah juga menyebutkan bahwa
evaluasi toksisitas kencur secara sistematis masih memerlukan penelitian lebih
lanjut.
Sebagian orang juga dapat memiliki sensitivitas terhadap
bahan tertentu. Karena itu, hentikan konsumsi apabila muncul reaksi yang tidak
biasa.
Terutama untuk produk ekstrak atau suplemen, jangan
menyamakan dosis dengan kencur segar yang digunakan sebagai bahan minuman.
Siapa yang Sebaiknya Berhati-hati Mengonsumsi Kencur?
Kamu sebaiknya lebih berhati-hati jika:
- sedang
hamil atau menyusui;
- memiliki
penyakit kronis;
- sedang
mengonsumsi obat tertentu;
- mempunyai
riwayat alergi terhadap tanaman herbal atau rempah;
- ingin
mengonsumsi ekstrak kencur dengan konsentrasi tinggi;
- mengalami
gejala kesehatan yang menetap atau semakin berat.
Data keamanan kencur pada kondisi khusus seperti kehamilan
dan menyusui masih terbatas, sehingga penggunaan sebagai herbal dalam jumlah
atau bentuk terkonsentrasi sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Tips Memilih dan Mengolah Kencur
Supaya cara mengolah kencur menjadi minuman herbal
tetap praktis dan aman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih
rimpang kencur yang masih segar dan tidak berlendir.
- Hindari
rimpang yang berjamur atau berbau tidak normal.
- Cuci
menggunakan air mengalir sebelum diolah.
- Gunakan
secukupnya karena aroma kencur cukup kuat.
- Jangan
mencampurkan terlalu banyak herbal tanpa mengetahui karakter masing-masing
bahan.
- Jika
menggunakan produk kemasan, periksa label dan izin edar.
- Jangan
menggunakan minuman herbal untuk menggantikan terapi yang sudah diresepkan
dokter.
Justru karena kencur terasa sederhana, cara mengolahnya
tidak perlu rumit. Dengan beberapa ruas kencur, air hangat, dan sedikit pemanis
alami, kamu sudah bisa membuat minuman tradisional dengan aroma yang sangat
khas.
Kencur Bukan Pengganti Pengobatan Medis
Penting untuk membedakan antara penggunaan kencur sebagai
bahan makanan atau minuman tradisional dengan penggunaan obat bahan alam.
Klaim BPOM bahwa kencur “membantu meredakan batuk berdahak”
tidak berarti kencur dapat menyembuhkan seluruh penyebab batuk. Batuk dapat
disebabkan oleh berbagai kondisi sehingga penanganannya perlu disesuaikan
dengan penyebabnya.
Jika batuk berlangsung lama, sangat berat, disertai sesak
napas, nyeri dada, demam tinggi, atau gejala lain yang mengkhawatirkan,
sebaiknya cari pertolongan medis.
FAQ Seputar Kencur
Apa manfaat kencur untuk kesehatan?
BPOM mencantumkan kencur sebagai bahan obat bahan alam
dengan klaim membantu meredakan batuk berdahak. Kencur juga mengandung
berbagai senyawa bioaktif yang masih banyak diteliti.
Bagaimana cara mengolah kencur menjadi minuman herbal?
Kencur dapat dicuci, dikupas, dimemarkan atau diiris,
kemudian direbus dengan air. Setelah disaring, kamu dapat menambahkan madu atau
gula aren sesuai selera.
Apakah kencur bisa dicampur dengan jahe?
Bisa. Kencur dan jahe memang digunakan dalam kombinasi
minuman atau jamu tradisional. BPOM juga mencantumkan jahe kencur sebagai salah
satu bentuk jamu sederhana.
Apakah beras kencur termasuk minuman herbal?
Ya. Beras kencur merupakan salah satu minuman tradisional
Indonesia yang menggunakan kombinasi beras dan rimpang kencur. Bentuk kombinasi
tersebut juga tercantum dalam kategori jamu sederhana BPOM.
Apakah kencur aman dikonsumsi setiap hari?
Keamanan sangat bergantung pada bentuk, jumlah, kondisi
tubuh, serta tujuan penggunaannya. Data keamanan jangka panjang kencur dalam
berbagai bentuk masih terbatas, sehingga penggunaan berlebihan atau ekstrak
pekat sebaiknya dihindari tanpa arahan tenaga kesehatan.
Penutup
Kencur bukan sekadar rempah dengan aroma khas. Rimpang Kaempferia
galanga L. ini telah lama menjadi bagian dari tradisi herbal Indonesia dan
dapat diolah menjadi berbagai minuman tradisional, termasuk beras kencur.
Dari sisi manfaat, BPOM mencantumkan kencur dengan klaim membantu
meredakan batuk berdahak, sementara penelitian ilmiah menemukan berbagai
senyawa bioaktif seperti flavonoid, terpenoid, fenolik, dan komponen minyak
atsiri. Namun, bukti ilmiah mengenai berbagai manfaat kesehatan kencur masih
terus berkembang sehingga penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak.
Kalau kamu ingin menikmati manfaat kencur untuk kesehatan,
cara paling sederhana adalah mengolahnya menjadi minuman herbal dengan bahan
yang mudah ditemukan. Gunakan kencur secukupnya, jaga kebersihan bahan, dan
jangan menjadikan minuman herbal sebagai pengganti pengobatan medis.
Dengan begitu, kencur bisa tetap menjadi bagian menarik dari
kebiasaan menikmati bahan herbal alami sekaligus mempertahankan warisan minuman
tradisional Indonesia.
